Graha Tristar

D3 MANAJEMEN PERHOTELAN DAN PARIWISATA

D3 PERHOTELAN SPESIALISASI F&B PRODUCT

Mahasiswa D3 Akpar Majapahit Mojokerto Gelar ”Surabaya Passion Tour”

Aplikasikan Mata Kuliah 
Tour Programming & Tour Document

SETELAH Akpar Majapahit Surabaya sukses menghelatHistorical Surabaya City Tour (HSCT) pekan pertama April 2016, sekarang giliran Akpar Majapahit Mojokerto --lembaga pendidikan tinggi di bawah payung Tristar Group-- menghelat Surabaya Passion Tour (SPT) yang diikuti 11 orang mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) pada Kamis (14/04/2016).

11 mahasiswa tersebut adalah Zuly Rahmawati, Novi Wijayati, Avia Nirmala, M. Ikav  Aries, Supendi, Nur Fadlilah, Ina Margiati, Neneng Dwi S., Resti Irvinia, Beti Fena dan Nur Laili Sa’adah. Dalam memuluskan kegiatan itu, mereka di dampingi dosen Tour Programming & Tour Document Akpar Majapahit Imania Ayu Wulandari ST.Par dan Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariana M.Par.

Kendaraan pengangkut rombongan mahasiswa bertolak dari Kampus Akpar Majapahit Mojokerto sekitar pukul 06.00 menujumeeting point di Kampus Akpar Majapahit Jl Jemursari No. 244 Surabaya. Waktu perjalanan dari Mojosari ke Surabaya sekitar satu setengah jam.

Sampai meeting point, Kampus Akpar Majapahit Surabaya, rombongan mahasiswa disambut dosen pembimbing Imania Ayu Wulandari ST.Par dan Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariana M.Par di lobi Gedung Graha Tristar. Sekitar 30 menit, 11 mahasiswa dari Mojosari ini menyempatkan diri untuk menyiapkan itinerary dan run down acara sekaligus foto bareng dengan dosen Tour Programming & Tour Documentdan Kaprodi UPW Akpar Majapahit.

Dari meeting point, kendaraan yang mengantarkan rombongan mahasiswa itu meluncur ke Bandara Juanda sekitar pukul 08.00 WIB menyusuri Jl Raya Jemursari, Jl A. Yani masuk gerbang tol (dekat Surabaya Carnival Park) menuju Bandara International Juanda. Di Bandara Internasional Juanda, mahasiswa ditunjukkan sistem kerja di Terminal 1 dan Terminal 2 secara sekilas oleh Imania Ayu Wulandari, dosennya dan Kaprodi UPW Dewi Mariana.

Secara umum, Terminal 1 Bandara Juanda melayani penumpang domestik, sedangkan Terminal 2 Bandara Juanda melayani penumpang internasional, sehingga di pintu keberangkatan dan kedatangan penumpang ada pemeriksaan barang oleh aparat Ditjen Bea Cukai Kemenkeu dan pemeriksaan dokumen perjalanan oleh aparat Ditjen Imigrasi Kemenkum & HAM.

Sekitar setengah jam berada di seputaran Bandara International Juanda, rombongan mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju akses Aloha ke arah Jl Raya Waru, sekitar pukul 10.00-an,  di kawasan tersebut berdiri megah Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya di Waru Sidoarjo.

Kendaraan yang ditumpangi mahasiswa Akpar Majapahit Mojokerto melaju menyusuri Bundara Waru menuju Grand City Surabaya Jl Gubeng Pojok No. 12 Ketabang melewati Jl A. Yani, Jl Raya Wonokromo, Jl Raya Darmo, Jl. Urip Sumoharjo, Jl Basuki Rakhmat. 

Di depan Tunjungan Plaza kendaraan yang dinaiki pesertaSurabaya Passion Tour(SPT) putar balik menuju Jl Gubernur Suryo (Gedung Grahadi), Jl Yos Sudarso belok kanan masuk Jl Gubeng Pojok menuju kawasan Grand City Surabaya, yang menjadi tempat penyelenggaraan Majapahit Travel Fair (MTF) ke-7 Tahun 2016 yang dihelat 14-17 April 2016.

Di Grand City Surabaya, tour leader yang di-handle Imania Ayu Wulandari sekaligus dosen Tour Programming & Tour Document, mendatangi booth Tristar Group (Akpar Majapahit dan Tristar Machinery), yang desainnya menonjolkan aspek keindahan bawah laut, sesuai tema pameran kali ini yang bertajuk ”East Java Marine Tourism. The Hidden of Paradise”.

Rombongan berada di Grand City Surabaya sekitar dua jam, mulai pukul 11.00-13.00 WIB. Waktu sebanyak itu dimanfaatkan pesertaSurabaya Passion Tour (SPT) untuk melihat stand-stand yang menarik lainnya. Pasalnya, peserta MTF 2016 sekitar 146, mulai  pebisnis tour & travel, hotel, restoran, penerbangan, pelaku bisnis swasta yang lain hingga instansi pemerintah dari pusat sampai tingkat dua (kota dan kabupaten) dari Jatim dan daerah lain di Indonesia.

Puas menikmati stand pameran MTF dan foto bareng di Grand City Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Kesehatan Surabaya Jl. Indrapura No. 17. Perjalanan 30 menitan dari Grand City ke Museum Kesehatan dimanfaatkan rombongan untuk menikmati makan siang (lunch) dengan nasi kotak cukup di dalam kendaraan saja. Tak terasa kendaraan sampai di Museum Kesehatan Surabaya.

Museum Kesehatan
Selain mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan, Surabaya juga menyimpan banyak museum yang cukup mengundang untuk dikunjungi. Adalah Museum Kesehatan Dr Adyatma MPH, sebuah museum yang memiliki koleksi yang cukup unik dan konon juga penuh mistik.

Adalah dr. Haryadi Suparto, seorang dokter dan juga ahli dalam bidang supranatural yang mendirikan Museum Kesehatan ini. Museum ini menempati bangunan bekas Rumah Sakit Kelamin yang dahulu merupakan rumah sakit kelamin terbesar di Asia Tenggara. Museum ini masih satu kompleks dengan Kompleks P3SKK Depkes RI dan Akademi Akupuntur Surabaya. Museum Kesehatan memiliki desain bangunan yang cukup sederhana.

Keunikan dari museum ini adalah barang-barang koleksi yang dipajang di museum. Koleksi Museum Kesehatan Dr. Adyatma MPH ini secara umum menggambarkan upaya manusia di dalam menjaga kesehatan serta alat-alat yang digunakan di dalam proses penyembuhan penyakit. 

Tak hanya peralatan medis saja yang dipamerkan, melainkan alat-alat non medis juga dipajang di museum ini. Alat-alat non medis yang digunakan merupakan hasil kebudayaan lokal dari beberapa suku bangsa yang menghuni negara Indonesia tercinta.
Museum Kesehatan Dr Adyatma MPH ini memiliki tiga buah ruangan yang masing-masing memiliki koleksi yang cukup unik. Di ruangan pertama diberi nama ruangan "Kesehatan Sejarah". Di bagian ruang pertama ini rombongan peserta HSCT disambut oleh patung ganesha serta boneka jailangkungdan nini thowok yang agak menyeramkan memang.

Di ruangan ini dipamerkan beberapa barang-barang dan foto-foto yang mengggambarkan sejarah dari kesehatan medis di Indonesia, seperti tokoh-tokoh kesehatan Indonesia, ijazah dokter di sekolah kedokteran pada jaman STOVIA serta seragam yang dikenakannya, termasuk di dalamnya sejarah singkat pendirian Museum Kesehatan ini.

Beruntung pada saat rombongan mahasiswa Akpar Majapahit yang mengikuti program Surabaya Passion Tour (SPT) pekan lalu,  mereka di dampingi local guide yang disediaakan pihak Museum Kesehatan untuk menemani pengunjung yang ingin berkeliling di Museum Kesehatan tersebut. Anda ingin ke sini bersama keluarga atau teman-teman, tiketnya murah banget karena hanya dipatok Rp 1.500 per orang.
House of Sampoerna
Surabaya penuh jejak sejarah yang terbukti dari bangunan kolonial yang sering memikat wisatawan, seperti Museum House of Sampoerna yang dekat dengan kawasan Jembatan Merah. Yuk kulik sejarahnya!

Meski cuaca Surabaya cukup cerah dan agak panas saat itu, tetapi rombongan tetap bersemangat ketika kendaraan meluncur dari Museum Kesehatan menuju salah satu museum rokok yang terletak di Surabaya. Ya, Museum Sampoerna atau yang lebih dikenal dengan nama House of Sampoerna.
Museum Sampoerna adalah sebuah museum yang terletak di Surabaya lama. Bangunan yang bergaya kolonial Belanda dengan 4 pilar besar yang bertengger di depan gedung utama. Bangunan megah bergaya kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1862. Saat ini merupakan situs bersejarah yang dilestarikan.
Awalnya bangunan ini merupakan panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Lalu, bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee pendiri Sampoerna pada tahun 1932 dan dijadikan tempat pertama produksi rokok Sampoerna.
Tidaklah sulit sebenarnya akses menuju House of Sampoerna yang beralamat di Jl Taman Sampoerna 6, Surabaya. Ini karena letaknya yang berada di tengah Kota Surabaya. Walaupun harus masuk gang terlebih dahulu, namun sepanjang gang tersebut banyak plakat-plakat penunjuk arah menuju Museum House of Sampoerna.

Di kompleks museum ini terdiri dari beberapa gedung. Gedung yang paling besarlah yang dijadikan museum dan dijadikan tempat produksi salah satu merek rokok yaitu Dji Sam Soe. Ada dua gedung lagi yang tepat berada di samping kanan dan kiri gedung utama.

Gedung sebelah kanan yang dijadikan rumah tinggal Keluarga Sampoerna. Sebelah kiri dijadikan cafe dan tempat galeri seni yang unik. Tepat di samping kanan gedung Auditorium terparkir mobil mewah keluaran Inggris, Rolls Royce, yang dipergunakan oleh Keluarga Sampoerna.

Food Junction Grand Pakuwon
Food Junction Grand Pakuwonpersembahan pengembang Pakuwon Group adalah sebuah tempat hang out baru untuk keluarga berupa kawasan kuliner  yang dilengkapiLagoon Pond dan Wahana Bermain di daerah Tandes Margomulyo Surabaya Barat. Wah bisa dibayangkan betapa menariknya. Berwisata kuliner sekaligus bisa bermain-main dan bersantai bersama keluarga, teman, kerabat dan sahabat.  
Food Junction Grand Pakuwon resmi dibuka pada 22 Januari 2016 lalu dan menjadi objek daya tarik wisata terakhir di Kota Pahlawan yang dikunjungi rombongan peserta SPT. Food Juction yang beroperasional mulai pukul 11.00 hingga 22.00 ini memang dirancang khusus sebagai kawasan yang nyaman dengan perpaduan ruang ber-AC dan terbuka serta lagoon pond seluas 4.400 M2. Pemandangannya sangat memanjakan mata, jadi berasa tengah liburan di luar kota.  
Area seluas 6 hektare ini dilengkapi dengan tempat parkir yang luas, baik kendaraan roda empat maupun roda dua sehingga pengunjung tidak perlu khawatir memarkir kendaraannya. Akses yang nyaman, meskipun memang harus memakai kendaraan pribadi untuk mencapainya. 
Area stage outdoor untuk berbagai event serta wahana permainan (segwayminitrail, kereta wara-wiri, becak VW Combi, safari trainmerry go round dan bumper boat) terhampar di sana. Tinggal pilih dan menyediakan uang pecahan untuk membeli tiketnya. 
Bagi pecinta kuliner, tempat ini sangat tepat. Karena sekitar 100 tenant kuliner terkemuka membuka kedainya di sana. Kita tinggal memilih menu sesuka selera, di satu kawasan. Jadi nggak perlu pergi ke tempat berbeda untuk menuruti selera kuliner masing-masing pengunjung.

Pengunjung yang datang jelang waktu senja dan ingin menikmatiFestival of Lightdi sana, bisa dilanjut hingga pukul 22.00 karena suasana malam lebih panjang, lebih baik datang sehabis Maghrib.   Jadi tunggu apalagi, mumpung masih gres ajak teman dan keluarga untuk bertandang ke Food Juction Grand Pakuwon di kawasan Tandes.

Sebuah destinasi wisata 3 in 1 yang memadukan kuliner, tempat bermain, dan view yang indah dan memberikan kesan mendalam bagi peserta Surabaya Passion Tour. (SPT). Nah sesuai run down acara, rombongan pun suka tidak suka, mau tak mau, harus kembali ke kampus malam itu juga. Good bye and see you tomorrow…!!!

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Entri Populer