Graha Tristar

D3 MANAJEMEN PERHOTELAN DAN PARIWISATA

D3 PERHOTELAN SPESIALISASI F&B PRODUCT

Delegasi Akpar Majapahit Presentasi Prodi D3 Perhotelan di Tegal

Presentasikan Prodi D3 Perhotelan, Demo Meracik Minuman dan Jajaki Garap Peluang Bisnis yang Lainnya


USAI  diajak tuan rumah keliling kampus Politeknik Harapan Bersama Tegal, delegasi  dari Akpar Majapahit Surabaya berjumlah enam orang yang dipimpin Ir Juwono Saroso MM, disambut Direktur Politeknik Harapan Bersama Tegal Ir Muhammad C. Chambali bersama jajarannya dan Dr Ir Bambang Dwiloka MM dari Stiepari Semarang di ruang pertemuan Politeknik Harapan Bersama, Kamis (05/05/2016) siang.


Mengingat waktunya bertepatan dengan jam makan siang (lunch), maka tuan rumah mengajak tamunya untuk menikmati aneka menu sari laut (seafood) yang mengundang selera makan. apalagi menu makan siang itu benar-benar fresh from the oven.


Menu makan siang aneka seafood itu terdiri dari giant lobster, udang, cumi-cumi, kodok (swie kee bumbu tauco, bumbu mentega dan kodok goreng), ikan gurami goreng, ikan gurami bakar, ca kecambah (taoge), lalapan dan nasi putih serta aneka minuman yang menyegarkan.


Puas menikmati kuliner berupa aneka seafood yang lezat, acara dilanjutkan dengan presentasi oleh pihak Akpar Majapahit Surabaya, yang diawali oleh Direktur Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM. Ia menjelaskan secara singkat lembaga pendidikan di bawah Tristar Group., termasuk Akpar Majapahit yang memiliki dua prodi unggulan yakni Prodi D3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan D3 Perhotelan.


Presentasi selanjutnya disampaikan oleh Hendrik Adrianus SE, M.Par, yang sehari-hari menjabat Kahumas dan Marketing Akpar Majapahit. Ia menjelaskan produk-produk Akpar Majapahit maupun Tristar Group yang bisa dikerjasamakan dengan pihak Politeknik Harapan Bersama Tegal.


Salah satunya adalah rencana membuka Prodi D3 Perhotelan di Tegal dan menggarap peluang bisnis yang lain seperti membangun industri sabun cair untuk cuci piring (skala kecil menengah), industri kosmetik dan farmasi ringan, misalnya membuat fresh care (aromatherapy) dan aneka produk toiletries yang lainnya.



Apa yang disodorkan pihak Akpar Majapahit itu karena Politeknik Harapan Bersama sudah memiliki Prodi D3 Farmasi, sehingga usulan membangun industri sabun cuci piring, industri kosmetik ringan dan fresh care (aromatherapy), bukan hal yang sulit untuk diwujudkan.


Sedangkan Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Soetrisno M.Par., lebih fokus dalam memaparkan seputar sisik melik tentang Prodi D3 Perhotelan yang di dalamnya juga mendidik mahasiswa sebagai calon chef (Pastry dan Culinary).


Sementara itu Yuda Agustian AMd.Par lebih menitikberatkan pada peluang bisnis menggarap pelatihan kerja di kapal pesiar.  Pasalnya, salah satu unit usaha Tristar Group yang saat ini eksis adalah pelatihan kerja di kapal pesiar dengan nama Tristar Cruise Training Centre (TCTC) yang buka di Surabaya dan Batu. 


”Keberadaan TCTC belakangan ini sudah banyak direspons masyarakat, setelah sejumlah lulusannya diterima bekerja di kapal pesiar yang melayani rute Eropa,” kata Juwono Saroso kepada kru www.culinarynews.info, di ruang kerjanya, Kamis (19/05/2016).


Suhendra Hardja, dosen Food & Beverage Service (FBS) Akpar Majapahit, mendapat kesempatan untuk memaparkan peluang bisnis café & resto di hadapan Direktur Politeknik Harapan Bangsa Tegal dan jajarannya, sekaligus demo meracik minuman berlapis (tiga layer). Minuman ringan non alkoholik (mocktail) itu dibuat dengan memanfaatkan bahan seadanya seperti buah semangka, pisang dan jeruk nipis.


Tanpa terasa presentasi yang berlangsung gayeng selama 2-3 jam itu akhirnya disudahi usai dihelat demo meracik minuman oleh Suhendra Hardja. Apa yang dipaparkan oleh delegasi dari Akpar Majapahit itu ternyata memperoleh apresiasi positif dari Ir Muhammad C. Chambali, Direktur Politeknik Harapan Bersama Tegal dan jajarannya. 


Paparan singkat dari koleganya itu merupakan peluang bisnis yang menjanjikan untuk dikerjasamakan lebih lanjut oleh kedua belah pihak dengan konsep win win solution. Langkah awal ini merupakan pijakan untuk berbuat lebih jauh dalam mempererat kerjasama antara kedua lembaga pendidikan tersebut di masa mendatang.


Sekadar informasi, Politeknik Harapan Bersama Tegal saat ini memiliki enam prodi yakni Prodi D3 Kebidanan, Prodi D3 Farmasi, Prodi D3 Akuntansi, Prodi D3 Teknik Elektro, dan Prodi D3 Teknik Komputer. Rencananya membuka Prodi D3 Perhotelan. Jika pembukaan prodi baru itu berjalan sesuai rencana, maka Politeknik Harapan Bersama akan berubah menjadi Universitas satu-satunya di Tegal.


Seusai survei kampus dan presentasi di Politeknik Harapan Bersama Tegal, selanjutnya rombongan tamu dari Surabaya ini diajak tuan rumah kya-kya menuju Objek Wisata Pancuran 13 yang dikelola Pemkab Tegal. Lokasinya dekat dengan  kawasan wisata Guci. 


Di Objek Wisata Pancuran 13, tersedia fasilitas pemandian kamar tertutup, pemandian air panas alami dan kolam renang mini yang banyak dikunjungi wisatawan hingga malam hari.


Setelah mengunjungi Objek Wisata Pancuran 13, rombongan tamu dari Surabaya itu kembali ke hotel dan kemudian diajak untuk menikmati acara wisata kuliner malam hari  yang sudah diagendakan tuan rumah.


Menu makanan andalan kali ini adalah kupat glabed (sesuai dengan nama kampung Glabed di Kabupaten Tegal), sayur berupa kuah kare Jawa, kerupuk uyel, sate kambing, blengong goreng (hasil perkawinan menthok dan bebek), sate jeroan (ayam dan kambing), sate kerang, nasi putih, buah meja (jambu dan jeruk keprok) serta aneka juice buah yang menyegarkan.


Belum puas menikmati lezatnya sajian kuliner malam hari, rombongan tamu dari Surabaya diajak merapat ke Alun-alun Tegal. Tak dinyana, aneka  jajanan yang ditawarkan oleh pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di alun-alun pada malam itu menggugah selera makan Juwono Saroso dan anggota timnya. 


Maka dipilihlah tahu gejrot khas Tegal dan minumannya es degan (kelapa muda). Tuan rumah yang mendampingi tamu dari Surabaya itu dipercayakan kepada Sobri Sungkar dan seorang staf dari bagian kerumahtanggaan Politeknik Harapan Bersama.


Setelah larut malam, rombongan tamu dari Surabaya kembali ke hotel untuk beristirahat. Pasalnya, keesokan harinya, Jumat (06/05/2016), usai sarapan pagi (breakfast) di Hotel Guciku --sekaligus check out hotel-- rombongan sudah harus meluncur ke kampus lama Politeknik Harapan Bersama, yang nantinya akan disulap untuk ruang kuliah dan laboratorium praktik mahasiswa Prodi D3 Perhotelan.


Setelah melakukan survei di kampus lama, pada siang harinya rombongan meluncur ke objek wisata Waduk Cacaban Tegal. Di seputaran waduk, ada Warung Makan Ibu Taswi yang menyediakan menu makan siang lesehan, yakni wader goreng, mujaer goreng, ikan air tawar goreng yang lain, urap-urap (kecipir dan kangkung), lalapan dan sambal terasi serta minumannya es jeruk atau jeruk hangat. 


Menu favorit untuk makan siang itu cita rasanya memang wow…. enak tenan! Boleh dikata, harga kaki lima, rasa bintang lima. Tak pelak lagi jika rombongan dari Surabaya menikmati acara makan siang dengan nyamleng di warung lesehan tersebut.


Usai shalat Jumat, pihak tuan rumah masih mempersilakan tamunya menikmati keindahan waduk Cacaban Tegal sebelum rombongan pulang kembali ke Surabaya dengan KA Bayukarta dari Stasiun KA Pekalongan. 


Menariknya, sebelum acara farewell party di Stasiun KA Pekalongan dengan pihak tuan rumah, delegasi dari Akpar Majapahit masih menikmati wisata kuliner yakni menikmati menu malam hari di Rumah Makan Es Sari Buah. 


Menu makanan yang dipilih antara lain gulai kambing, sate kambing, nasi goreng kambing + kerupuk melinjo, lontong lengko (seperti karedok), kerupuk bleng, aneka es buah dan juice buah segar. 


Acara 3D2N Tegal Tour betul-betul memanjakan lidah dan memberi kesan mendalam bagi Ir Juwono Saroso MM dan lima anggota delegasi Akpar Majapahit saat memenuhi undangan pihak Politeknik Harapan Bersama Tegal. Pepatah bilang: ”Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umur panjang, boleh kita berjumpa lagi. See you tomorrow, bye, bye…”. (ahn)

Entri Populer