Graha Tristar

D3 MANAJEMEN PERHOTELAN DAN PARIWISATA

D3 PERHOTELAN SPESIALISASI F&B PRODUCT

Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit Praktik Entrepreneurship

Dari Modal Urunan, Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit Bersama Agoes Soedarsono, M.Par. Jualan Pentol Bakso, Batagor dan Siomay
SELAMA lima hari, terhitung mulai Kamis (02/03/2017) hingga Senin (06/03/2017),  tujuh mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit Konsentrasi Culinary dan Pastry, praktik entrepreneurship (kewirausahaan) yang diajarkan  Dosen D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, Agoes Soedarsono, M.Par.


Mereka all out mengaplikasikan mata kuliah entrepreneurship dengan menjajakan pentol bakso, batagor dan siomay dalam kemasan di lingkungan Kampus Akpar Majapahit, lapangan Makodam V/Brawijaya dan kegiatan Car Free Day (CFD) di Taman Bungkul

Tujuh orang mahasiswa Culinary Class dan Pastry Class yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Aisyah Nadia Ambarsari, Yudha Pratama Susilo, Yudhi Pratama Susilo, Desy Rizki Utami, Jimmy Bonaventura (Ketua Kelompok), Nur Alimah dan Sella Ariani.

Untuk mengaplikasikan mata kuliah entrepreneurship yang diajarkan di bangku kuliah, mereka sepakat urunan Rp 50 ribuan per orang, sehingga terkumpul modal usaha Rp 350 ribu. Dengan modal sebesar itu, mereka belanjakan bahan-bahan untuk membuat pentol bakso, batagor, siomay, saus dan sambal kemasan dan wadah dari plastik transparan ukuran 10x15 cm2.

Untuk mengolah bahan-bahan itu menjadi masakan yang siap jual, maka dibentuklah tim kecil yang terdiri dari Aisyah Nadia Ambarsari, Desy Rizki Utami, Jimmy Bonaventura dan Sella Ariani, memasak di rumah Aisyah.  Untuk memuluskan pekerjaan di dapur, mereka sudah prepare sejak H-1, Rabu (01/03/2017) malam dan memasaknya pada Kamis (02/03/2017) pagi, sebelum berangkat kuliah.

Untuk jualan hari pertama, Kamis (02/03/2017),  mereka membuat pentol bakso aneka rasa dan es mentimun. Satu resep masak pentol bakso dan es mentimun bisa dikemas menjadi 35-an paket. Harga jual per paketnya dibandrol Rp 15 ribuan. Barang dagangan itu dijual di lingkungan kampus seusai jam kuliah sekitar pukul 12.00 hingga petang sampai dagangan laku semua.
”Selain proaktif menjajakan barang dagangan ini dari lantai ke lantai di dalam lingkungan kampus, kami juga menawarkan ke teman-teman yang kos di seputaran kampus terutama kawasan Prapen Indah. Syukurlah dagangan laris manis. Sold out ha, ha ha…,” kata Jimmy, ketua kelompok, didampingi Aisyah, di Dapur Culinary 2, Lantai 3, Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Jumat (03/03/2017) siang.
Untuk pembuatan batagor (bahannya dari kentang dan tahu yang sudah dibumbui, lalu  digoreng sama tepung), siomay (isi udang), saus kecap dan sambal kacangnya, juga sudah disiapkan Jumat (03/03/2017) pagi, di rumah Aisyah. Sesuai kesepakatan anggota, satu paket batagor, siomay plus saus kecap dan sambal kacangnya ditawarkan Rp 7000. Seperti pembuatan pentol bakso aneka rasa hari pertama, pihaknya kali ini juga membuat 30-35 paket per resepnya.

”Seusai kuliah, batagor dan siomay kita panasi lagi biar renyah, begitu juga sambalnya. Khusus untuk siomay-nya sendiri, dibagi dua, separo dikukus dan yang separonya lagi digoreng. Pemesan bisa pilih siomay yang digoreng atau dikukus, tergantung selera. Untuk penjualan hari kedua ini semuanya dijual di lingkungan kampus,” terang Aisyah menambahkan.
Setelah dikalkulasi harga pokok produksi per paket batagor sekitar Rp 4.500, jadi kalau dilepas Rp 7000, sudah untung Rp 2500 per paketnya. ”Lumayan untuk latihan berbisnis bagi pemula,” tandas Jimmy Bonaventura.

Jimmy kembali menjelaskan bahwa agenda jualan pada hari ketiga (Sabtu, 04/03/2017) bersama anggota kelompok yang lainnya tidak lagi in-charge di kampus, melainkan ke area lapangan Makodam V/Brawijaya dengan mata dagangan batagor, siomay plus saus kecap dan sambal kacangnya serta ditambah dengan minuman sehat (healthy drink).

Sementara itu, untuk rencana jualan pada hari keempat (Minggu, 05/03/2017), Jimmy dan anggota kelompoknya menawarkan selain membuat paket batagor (isi batagor, siomay plus saus kecap dan sambal kacang), juga produk makanan dan minuman untuk menyasar peserta jalan sehat Car Free Day (CFD) di Taman Bungkul.

Sedangkan pada hari terakhir praktik entrepreneurship, Senin (06/03/2017), pihaknya bersama anggota kelompok selain tetap mengandalkan paketan batagor, juga menawarkan martabak ala Palembang sebagai opsi lain kepada pelanggan setia di kampus. Ternyata,  respons teman-teman di lingkungan kampus luar biasa.

”Pasalnya, yang order martabak ala Palembang di luar ekspektasi kami. Setelah kami hitung yang pesan martabak lebih dari 10 orang. Fenomena ini yang membuat kami semakin bersemangat,” pungkasnya.

Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan datang langsung ke Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)

Entri Populer